Hakikat Sosiologi
Artikel Ini Dibuat untuk Memenuhi
UAS
Mata Kuliah Sosiologi
Disusun Oleh:
Zola Agtan Glacissia (B01219054)
Dosen Pengampu:
Abu Amar Bustomi, M.Si
Komunikasi dan Penyiaran Islam
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2020
ABSTRAK
Sosiologi
berawal dari filsafat yang dianggap sebagai induk ilmu (Master scientiarum).
Filsafat adalah ilmu mengenai pengetahuan, kritik, dan sistematika pengetahuan,
penyimpulan ilmu pengetahuan empiris, pengajaran rasional, akal pengalaman, dan
seterusnya. Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti
“kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”.
Dapat dikatakan bahwa sosiologi berarti “berbicara mengenai masyarakat”.
Menurut Auguste Comte (1798-1857) sosiologi merupakan ilmu pengetahuan
kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir perkembangan ilmu pengetahuan.
Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius (bahasa Latin:
teman) dan logos (bahasa Yunani: kata, perkataan, pembicaraan). Jadi
dapat diartikan sebagai , sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman
pergaulan. Istilah dari ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte
pada tahun 1839, Beliau adalah seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Selain
itu, beliau juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh
karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’.
Kata kunci : Sosiologi, Makna
Sosiologi, Filsafat Sosiologi
A. Hakikat Sosiologi
Sosiologi
adalah sebuah studi sistematis tentang ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti
(eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan. Dapat
dikelompokkan menjadi berikut :
- Perilaku
sosial dari individu-individu.
- Cara
kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat.
- Pengaruh
dari kelompok, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap perilaku
individu dan kelompok.[1]
B. Hakikat
sosiologi sebagai ilmu pengetahuan
1. Sosiologi adalah ilmu sosial,yang bukan ilmu
pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala
kemasyarakatan.
- Sosiologi termasuk
disiplin ilmu kategori,yang bukan merupakan disiplin ilmu normatif
sebab sosiologi ini membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa
yang seharusnya akan terjadi.
- Sosiologi termasuk
ilmu pengetahuan murni (pure science) serta dalam
perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied
science).
- Sosiologi bertujuan
menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip
dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi,
dan struktur masyarakat manusia.
- Sosiologi adalah ilmu
pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang
digunakan.
- Sosiologi adalah ilmu
pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada
pada interaksi antara manusia.[2]
C.
Hakikat Sosiologi Menurut
Para Ahli
Ada banyak tokoh yang berusaha
mendefinisikan sosiologi. Di antaranya adalah sebagai berikut :
- Nonetis, ialah pembahasan tentang suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik ataupun buruk masalah tersebut, namun lebih bertujuan untuk dapat menjelaskan masalah tersebut secara lebih mendalam
- Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
- Gustav
Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang
hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan
terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
- Herbert
Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan
kewajiban masyarakat.
- Emile
Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
fakta-fakta yang berisikan cara bertindak berfikir, dan berperasaan yang
ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk
mengendalikan individu.
- Max
Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan sosial.
- Pitirim
A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari
hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial
(misalnya, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,hokum dengan
ekonomi), hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan
non-sosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), dan ciri-ciri umum
dari semua jenis gajala-gejala sosial.
- William
F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu
tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya adalah
organisasi sosial.
- Joseph
Roucek dan Warren mendefinisikan sosisologi sebagai ilmu yang mempelajari
hubungan antar manusia di dalam kelompok.
- Selo
Sumardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk
perubahan-perubahan sosial.
- Soerjono
Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari
masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang
dalam masyarakat.
- Mayor
Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang
mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara
manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok,
baik formal maupun material, statis maupun dinamis.
- Hasan
Shadily menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup
bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang
menguasai kehidupan itu.
- Auguste
Comte, seorang filsuf Prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak
saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam
masyarakat, tetapi juga berdampak negatif. Oleh karena itu, Comte
menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi
suatu ilmu yang berdiri sendiri.[3]
Dari
pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Sosiologi bukan ilmu
pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari
yaitu gejala-gejala kemasyarakatan. Oleh karena itu sosiologi sangat
berkaitan erat dengan ilmu ilmu yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Asyari, Imam, Pengantar
Sosiologi, Surabaya Indonesia: Usaha Nasional, 1998
Basrowi, Pengantar Sosiologi, Surabaya : Ghalia
Indonesia, 2005
Juju Suryawati,
Sosiologi, Jakarta: Esis, 2001
[1] Juju
Suryawati, Sosiologi, (Jakarta: Esis, 2001), 3
[2] Imam Asyari, Pengantar Sosiologi,
(Surabaya Indonesia: Usaha Nasional, 1998)
[3] Basrowi, Pengantar Sosiologi, ( Surabaya :
Ghalia Indonesia, 2005)
