Kamis, 11 Juni 2020

HAKIKAT SOSIOLOGI


Hakikat Sosiologi

Artikel  Ini Dibuat untuk Memenuhi UAS
Mata Kuliah Sosiologi





Disusun Oleh:
Zola Agtan Glacissia (B01219054)

Dosen Pengampu:
Abu Amar Bustomi, M.Si

Komunikasi dan Penyiaran Islam
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2020

ABSTRAK
Sosiologi berawal dari filsafat yang dianggap sebagai induk ilmu (Master scientiarum). Filsafat adalah ilmu mengenai pengetahuan, kritik, dan sistematika pengetahuan, penyimpulan ilmu pengetahuan empiris, pengajaran rasional, akal pengalaman, dan seterusnya. Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti “kawan” dan kata Yunani logos yang berarti “kata” atau “berbicara”. Dapat dikatakan bahwa sosiologi berarti “berbicara mengenai masyarakat”. Menurut Auguste Comte (1798-1857) sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir perkembangan ilmu pengetahuan. Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius (bahasa Latin: teman) dan logos (bahasa Yunani: kata, perkataan, pembicaraan). Jadi dapat diartikan sebagai , sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan teman pergaulan. Istilah dari ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte pada tahun 1839, Beliau adalah seorang ahli filsafat kebangsaan Prancis. Selain itu, beliau juga memberi sumbangan yang begitu penting terhadap sosiologi. Oleh karena itu para ahli sepakat untuk menyebutnya sebagai ‘Bapak Sosiologi’.
Kata kunci : Sosiologi, Makna Sosiologi, Filsafat Sosiologi
A.     Hakikat Sosiologi
Sosiologi adalah sebuah studi sistematis tentang ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan. Dapat dikelompokkan menjadi berikut :
  1. Perilaku sosial dari individu-individu.
  2. Cara kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat.
  3. Pengaruh dari kelompok, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap perilaku individu dan kelompok.[1]
B.  Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan

1. Sosiologi adalah ilmu sosial,yang bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta)          sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan.
  1. Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori,yang bukan merupakan disiplin ilmu normatif sebab sosiologi ini membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya akan terjadi.
  2. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) serta dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).
  3. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  5. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.[2]
C.      Hakikat Sosiologi Menurut Para Ahli
Ada banyak tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologi. Di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Nonetis, ialah pembahasan tentang suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik ataupun buruk masalah tersebut, namun lebih bertujuan untuk dapat menjelaskan masalah tersebut secara  lebih mendalam
  2. Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
  3. Gustav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
  4. Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.
  5. Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta yang berisikan cara bertindak berfikir, dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
  6. Max Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan sosial.
  7. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,hokum dengan ekonomi), hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan non-sosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), dan ciri-ciri umum dari semua jenis gajala-gejala sosial.
  8. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya adalah organisasi sosial.
  9. Joseph Roucek dan Warren mendefinisikan sosisologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia di dalam kelompok.
  10. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
  11. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat.
  12. Mayor Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.
  13. Hasan Shadily menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
  14. Auguste Comte, seorang filsuf Prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negatif. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.[3]
Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Sosiologi bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pasti (eksakta) sebab yang dipelajari yaitu gejala-gejala kemasyarakatan. Oleh karena itu sosiologi sangat berkaitan erat dengan ilmu ilmu yang lainnya.

  

DAFTAR PUSTAKA

Asyari, Imam, Pengantar Sosiologi, Surabaya Indonesia: Usaha Nasional, 1998
Basrowi,  Pengantar Sosiologi, Surabaya : Ghalia Indonesia, 2005
Juju Suryawati, Sosiologi, Jakarta: Esis, 2001





[1] Juju Suryawati, Sosiologi, (Jakarta: Esis, 2001), 3
[2]  Imam Asyari, Pengantar Sosiologi, (Surabaya Indonesia: Usaha Nasional, 1998)
[3] Basrowi,  Pengantar Sosiologi, ( Surabaya : Ghalia Indonesia, 2005)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

 BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH Zola Agtan Glacissia B01219054/ KPI A2 Budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenan...