Senin, 28 Juni 2021

BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

 BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

Zola Agtan Glacissia

B01219054/ KPI A2



Budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi dengan orang lain selalu mengandung potensi komunikasi lintas budaya atau antar budaya, karena akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.

Perbedaan-perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau timbul kesalahpahaman. Akibat dari kesalahpahaman itu banyak ditemui dalam berbagai kejadian yang  mengandung etnosentrisme dewasa ini dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentangan antar etnis.

 Komunikasi dan dakwah tidak bisa dipisahkan. Karena dakwah adalah aktifitas berkomunikasi. Namun lebih khusus komunikasi tentang agama Islam, penyebaran Islam, dan juga anjuran baik dan buruk. Disini dakwah dan komunikasi lintas budaya diperlukan. Mengingat majemuknya budaya di Indonesia menuntut seorang da’i untuk bisa menjadi da’i yang profesional. Penggunaan metode dakwah yang benar adalah keharusan. Eksistensi dakwah akan senantiasa bersentuhan dengan realitas sosio-kultural yang mengitarinya, sesuai konsekuensi posisi dakwah, dakwah sebagai satu variabel dan problematika kehidupan sosial sebagai variabel yang lain, maka keberadaan dakwah dalam suatu komunitas dapat dilihat dari fungsi dan perannya dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut, sehingga lahir masyarakat baru yang diidealkan (khoiru ummah).

Konsep umatan wahidah (ketunggalan umat) dalam isyarat alQuran mesti dipahami sebagai ketunggalan dalam iman dan peradaban. Proses terbentuknya masyarakat beradab sedang terjadi dan akan terus berlangsung, yaitu melalui terjadinya pertukaran budaya manusia melalui kemajuan sains dan tekhnologi komunikasi, dalam rangka globalisasi.

Kenyataan yang sedang berlangsung akan berdampak positif dan negatif bagi tatanan kehidupan umat. Strategi mengenali budaya setempat merupakan enterpoint (titik pembuka) terhadap tindakan-tindakan dan kebijakan proses transformasi nilai-nilai Islam.

Keserasian atau harmoni dalam masyarakat (social equilibrum) merupakan keadaan yang diidamkan setiap masyarakat. Keserasian masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan di mana lembaga-lembaga kemasyarakatan benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Dalam keadaan demikian, individu secara psikologis merasakan akan adanya ketentraman karena tidak adanya pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

 BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH Zola Agtan Glacissia B01219054/ KPI A2 Budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenan...