Senin, 28 Juni 2021

HAMBATAN DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

         HAMBATAN DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Zola Agtan Glacissia 

B01219054/ KPI A2 

  


A.  Pengertian Hambatan 

Menurut Badudu Zain (1994:489), Hambatan dapat diartikan  sebagai halangan atau rintangan yang dialami. Begitu juga dalam komunikasi antar budaya, disini mengacu pada perilaku, kepercayaan, dan adat istiadat, dengan adanya perbedaan budaya tersebut tentunya akan   mempengaruhi persepsi, cara berpikir, juga baahasa yang digunakan. Menurut Chaney dan Martin dikutip oleh Sanjaya (2013), mengungkapkan bahwa hambtan kommunikasi adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif karena adanya perbedaan budaya antara komunikator dan komunikan.

B.     Hambatan Proses Komunikasi Antar Budaya

Secara garis besar memang hambatan dalam proses komunikasi antar budaya yaitu seperti salah satu contohnya yaitu ada noise saat berkomunikasi karena perbedaan Bahasa, namun nyatanya ada hal-hal lain yang juga bisa menghambat proses komunikasi antar budaya ini. Terutama hambatan  ini bisa muncul saat kita berperilaku dan bersikap abai. Berikut ini merupakan beberapa hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar budaya.

Adapun beberapa hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar budaya antara lain:

1.      Racialism (Rasilialisme)

 Jika kita mengabaikan perilaku ini maka kita juga mengabaikan adanya perbedaan antara kita dan kelompok secara cultural berbeda.

2.      Sterotyping (Stereotype)

Menyamaratakan segala perbedaan budaya, dan tidak mampu mengidentifikasikan perbedaan atau keunikan budaya lain. Prasangka sosial bergandengan dengan stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negative (Gerungan, 1983: 169)

3.      Persepsi atau prasangka

Menurut Sears, Prasangka berkaitan dengan persepsi. Apabila seseorang atau sekelompok rang memiliki pengalaman yang buruk terhadap orang atau sekelompok orang lainnya, maka pada dirinya akan timbul suatu persepsi yang kurang baik. Proses yang dilakukan untuk mencoba mengetahui atau memahami orang lain yang mempengaruhi makna dalam suatu pesan tersebut. Pada komunikasi antar budaya dalam suatu pesan itu pasti akan membentuk sebuah makna yang berbeda-beda dari yang menerimanya.

4.      Norma dan nilai kebudayaan

Dalam suatu budaya dipengaruhi nilai dan norma yang berbeda. Nilai dapat bersifat eksplisit (dinyatakan sceara terbuka dalam penilaian nilai) atau secara implisit disimpulkan dari perilaku nonverbal dan dapat dipegang atau dilihat secara individual sebagai bagian dari pola atau system budaya.

5.      Etnosentrisme

Fanatisme yang berlebihan terhadap pendapat pribadi dan golonga sehingaa apriori beranggapan menolak pendapat orang lain diluar kelompoknya.  Sikap keyakinan atau kepercayaan budaya sendiri merasa lebih unnggul daripada budaya yang lain dan menganggap budaya orang lain cenderung tidak unggul. Akibat dari etnosentrisme ini kita jadi menilai perbedaan secara negatif, dan dapat membuat adanya hambatan dalm proses komunikasi antar budaya.

6.      Culture Shock

Bisa terjadi karena reaksi psikologis seseorang karena berada dalam daerah dengan budaya baru. Sebagian dari Culture Shock ini timbul karena perasaan terasing. Menonjol, dan berbeda dari yang lain. Bila kita kurang mengenal adat kebiasaan masyarakat yang baru, kita tidak dapat berkomunikasi secara efektif.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

 BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH Zola Agtan Glacissia B01219054/ KPI A2 Budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenan...