HAMBATAN DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA
Zola Agtan Glacissia
B01219054/ KPI A2
A. Pengertian Hambatan
Menurut Badudu Zain (1994:489), Hambatan
dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami. Begitu
juga dalam komunikasi antar budaya, disini mengacu pada perilaku, kepercayaan,
dan adat istiadat, dengan adanya perbedaan budaya tersebut tentunya
akan mempengaruhi persepsi, cara berpikir, juga baahasa yang
digunakan. Menurut Chaney dan Martin dikutip oleh Sanjaya (2013), mengungkapkan
bahwa hambtan kommunikasi adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk
terjadinya komunikasi yang efektif karena adanya perbedaan budaya antara
komunikator dan komunikan.
B. Hambatan Proses Komunikasi Antar Budaya
Secara garis besar memang hambatan dalam proses komunikasi antar budaya
yaitu seperti salah satu contohnya yaitu ada noise saat berkomunikasi karena
perbedaan Bahasa, namun nyatanya ada hal-hal lain yang juga bisa menghambat
proses komunikasi antar budaya ini. Terutama hambatan ini bisa
muncul saat kita berperilaku dan bersikap abai. Berikut ini merupakan beberapa
hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar budaya.
Adapun beberapa hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi antar
budaya antara lain:
1. Racialism
(Rasilialisme)
Jika kita mengabaikan
perilaku ini maka kita juga mengabaikan adanya perbedaan antara kita dan
kelompok secara cultural berbeda.
2. Sterotyping
(Stereotype)
Menyamaratakan segala perbedaan budaya, dan tidak mampu
mengidentifikasikan perbedaan atau keunikan budaya lain. Prasangka sosial
bergandengan dengan stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu
mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak
negative (Gerungan, 1983: 169)
3. Persepsi atau
prasangka
Menurut Sears, Prasangka berkaitan dengan persepsi. Apabila
seseorang atau sekelompok rang memiliki pengalaman yang buruk terhadap orang
atau sekelompok orang lainnya, maka pada dirinya akan timbul suatu persepsi
yang kurang baik. Proses yang dilakukan untuk mencoba mengetahui atau memahami
orang lain yang mempengaruhi makna dalam suatu pesan tersebut. Pada komunikasi
antar budaya dalam suatu pesan itu pasti akan membentuk sebuah makna yang
berbeda-beda dari yang menerimanya.
4. Norma dan nilai
kebudayaan
Dalam suatu budaya dipengaruhi nilai dan norma yang berbeda. Nilai
dapat bersifat eksplisit (dinyatakan sceara terbuka dalam penilaian nilai) atau
secara implisit disimpulkan dari perilaku nonverbal dan dapat dipegang atau
dilihat secara individual sebagai bagian dari pola atau system budaya.
5. Etnosentrisme
Fanatisme yang berlebihan terhadap pendapat pribadi dan golonga sehingaa apriori beranggapan menolak pendapat orang lain diluar kelompoknya. Sikap keyakinan atau kepercayaan budaya sendiri merasa lebih unnggul daripada budaya yang lain dan menganggap budaya orang lain cenderung tidak unggul. Akibat dari etnosentrisme ini kita jadi menilai perbedaan secara negatif, dan dapat membuat adanya hambatan dalm proses komunikasi antar budaya.
6. Culture Shock
Bisa terjadi karena reaksi psikologis seseorang karena berada dalam
daerah dengan budaya baru. Sebagian dari Culture Shock ini timbul karena
perasaan terasing. Menonjol, dan berbeda dari yang lain. Bila kita kurang
mengenal adat kebiasaan masyarakat yang baru, kita tidak dapat berkomunikasi
secara efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar