Senin, 07 Juni 2021

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya

Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah

Zola Agtan Glacissia

B01219054

 

Dalam perkembangannya, kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata 'Ilmu' dan 'Islam', sehingga menjadi 'ilmu dakwah' dan 'ilmu Islam' atau ad-dakwah al-Islamiyah. Dakwah adalah proses usaha untuk mengajak masyarakat (mad’u) untuk beriman kepada Allah dan Rasulnya itu.[1] Para ahli berpendapat mengenai pengertian dakwah diantaranya:

1.      Abu Bakar Zakaria (1962 : 8) mengatakan dakwah adalah:

قيام العلماء والمستنرين في الدين بتعليم الجمهور من العامة ما يبصرهم بأمور دينهم ودنياهم على قدر الطاقة

"Usaha para ulama dan orang-orang yang memiliki pengetahuan agama Islam untuk memberikan pengajaran kepada khalayak umum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tentang hal-hal yang mereka butuhkan dalam urusan dunia dan keagamaan."

 

2.      Syekh Muhammad al-Khair Husain (t.t. : 14), dakwah adalah

حث ااناس على الخير والهدى والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ليفوزوا بسعادة العاجل والآجل

"Menyeru manusia kepada kebijakan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebijakan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagian dunia dan akhirat".

 

Tujuan utama dakwah yakni mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhai Allah SWT. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.

Adapun dakwah bisa dipelajari, dan ini menyangkut ilmu dakwah. Di dalamnya, mencakup pemahaman terhadap aspek hukum dan tatacara berdakwah, sehingga para mubalig bukan saja paham tentang kebenaran Islam, akan tetapi mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan risalah al Islamiyah sehingga diperlukan beberapa metode dakwah :

1.      Dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.

2.      Dakwah Ammah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Mereka biasanya menyampaikan khotbah (pidato).

3.      Dakwah bil-Lisan, yakni penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah).

4.      Dakwah bil-Haal, dengan mengedepankan perbuatan nyata.

5.      Dakwah bit-Tadwin, atau pola dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah.

6.      Dakwah bil Hikmah, yang berdakwah dengan cara arif bijaksana, semisal melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah dapat diwujudkan dengan cara berikut :

1.      Verbal :  komunikasi verbal yang biasa kita lakukan sehari-hari.

Bila kita menyertakan budaya sebagai variabel dalam proses komunikasi tersebut, maka masalahnya akan semakin rumit. Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang dari budaya kita sendiri, proses komunikasi akan jauh lebih mudah, karena dalam suatu budaya orang-orang berbagi sejumlah pengalaman serupa. Namun bila komunikasi melibatkan orang-orang berbeda budaya, banyak pengalaman berbeda dan akhirnya proses komunikasi juga menyulitkan.

2.      Non Verbal : semua isyarat yang bukan kata-kata

Dalam proses non verbal yang relevan dengan komunikasi antar budaya terdapat tiga aspek yaitu; perilaku non verbal yang berfungsi sebagai simbol, tatapan mata, isyarat tangan, gerakan kepala dan lainnya.

 

 

 

 



[1]Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al-Fatawa. (Riyad : Mathabi’ al-Riyad, 1985), Juz XV, cet 1. 185.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH

 BUDAYA DAN KEARIFAN DAKWAH Zola Agtan Glacissia B01219054/ KPI A2 Budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenan...