Aktivitas
Komunikasi Lintas Budaya
Verbal &
Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah
Zola Agtan
Glacissia
B01219054
Dalam perkembangannya, kata dakwah sering dirangkaikan dengan
kata 'Ilmu' dan 'Islam', sehingga menjadi 'ilmu dakwah' dan 'ilmu Islam' atau
ad-dakwah al-Islamiyah. Dakwah adalah proses usaha untuk mengajak
masyarakat (mad’u) untuk beriman kepada Allah dan Rasulnya itu.[1]
Para ahli berpendapat mengenai pengertian dakwah diantaranya:
1. Abu Bakar
Zakaria (1962 : 8) mengatakan dakwah adalah:
قيام العلماء والمستنرين في الدين بتعليم
الجمهور من العامة ما يبصرهم بأمور دينهم ودنياهم على قدر الطاقة
"Usaha para ulama dan orang-orang yang memiliki
pengetahuan agama Islam untuk memberikan pengajaran kepada khalayak umum sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki tentang hal-hal yang mereka butuhkan dalam
urusan dunia dan keagamaan."
2. Syekh
Muhammad al-Khair Husain (t.t. : 14), dakwah adalah
حث ااناس على الخير والهدى والأمر بالمعروف
والنهي عن المنكر ليفوزوا بسعادة العاجل والآجل
"Menyeru manusia kepada kebijakan dan petunjuk
serta menyuruh kepada kebijakan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagian
dunia dan akhirat".
Tujuan utama dakwah yakni mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan
hidup di dunia dan di akhirat yang diridhai Allah SWT. Nabi Muhammad SAW
mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan
dan perbuatan.
Adapun dakwah bisa dipelajari, dan ini menyangkut ilmu dakwah.
Di dalamnya, mencakup pemahaman terhadap aspek hukum dan tatacara berdakwah,
sehingga para mubalig bukan saja paham tentang kebenaran Islam, akan tetapi
mereka juga didukung oleh kemampuan yang baik dalam menyampaikan risalah al Islamiyah
sehingga diperlukan beberapa metode dakwah :
1. Dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang
lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan
terbatas.
2.
Dakwah Ammah yang dilakukan oleh
seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud
menanamkan pengaruh kepada mereka. Mereka biasanya menyampaikan khotbah
(pidato).
3.
Dakwah bil-Lisan, yakni penyampaian
informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara
subyek dan obyek dakwah).
4.
Dakwah bil-Haal, dengan
mengedepankan perbuatan nyata.
5.
Dakwah bit-Tadwin, atau pola
dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah,
internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah.
6.
Dakwah bil Hikmah, yang berdakwah
dengan cara arif bijaksana, semisal melakukan pendekatan sedemikian rupa
sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri,
tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.
Aktivitas
Komunikasi Lintas Budaya Verbal & Non Verbal dalam Ilmu ad-Dakwah dapat
diwujudkan dengan cara berikut :
1.
Verbal : komunikasi
verbal yang biasa kita lakukan sehari-hari.
Bila kita menyertakan budaya sebagai variabel dalam proses komunikasi tersebut, maka masalahnya akan semakin rumit. Ketika
kita berkomunikasi dengan seseorang dari budaya kita sendiri, proses komunikasi
akan jauh lebih mudah, karena dalam suatu budaya orang-orang berbagi sejumlah
pengalaman serupa. Namun bila komunikasi melibatkan orang-orang berbeda budaya,
banyak pengalaman berbeda dan akhirnya proses komunikasi juga menyulitkan.
2.
Non Verbal : semua isyarat yang bukan kata-kata
Dalam proses non verbal yang relevan dengan
komunikasi antar budaya terdapat tiga aspek yaitu; perilaku non verbal yang
berfungsi sebagai simbol, tatapan mata, isyarat tangan, gerakan kepala dan
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar